oleh

Nilai Tukar Dollar ke Rupiah Nyaris Rp 16.000

Nasional, FaktaBMR.com – Dilansir dari Detik.com, Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menguat signifikan sepanjang hari ini. Mengutip data perdagangan Reuters, Kamis (19/3/2020), sepanjang hari ini dolar AS tercatat bergerak di level Rp 15.235-15.899.

Adapun saat ini dolar AS bertengger di level Rp 15.837. Angka tersebut tercatat sebagai yang tertinggi setidaknya dalam 20 tahun terakhir.

Terakhir kali dolar AS menyentuh level tertinggi tercatat pada krisis moneter 1998. Saat itu dolar AS sempat menyentuh level Rp 16.000-an.

Rupiah mengalami tekanan terdalam setelah rekor pada saat krisis 1998 yang sebesar Rp 16.650. Fakta tersebut membuat rupiah pada tahun ini menjadi salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia.

Pergerakan dolar AS tahun ini memang berbeda dengan saat krisis 1998. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 2.000 dengan titik terendah nya di Rp 1.977 per dolar AS pada tahun 1991.

Sampai akhirnya terjadi krisis moneter (krismon) dan terjadi pelemahan rupiah yang sangat drastis. Rupiah terus terkikis seiring kian rontoknya cadangan devisa Indonesia.

Dolar AS bertahan di kisaran Rp 2.000-2.500 karena Indonesia belum menganut rezim kurs mengambang. Sistem kurs terkendali yang dianut membuat orde Baru ingin dolar AS harus bertahan di level itu.

Setelah meninggalkan kurs mengambang, dolar AS secara perlahan mulai merangkak ke Rp 4.000 di akhir 1997, dan lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998.

Setelah sempat mencapai Rp 13.000, dolar AS sedikit menjinak dan kembali menyentuh Rp 8.000 pada April 1998. Namun pada Mei 1998, Indonesia memasuki periode kelam. Penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan kejatuhan Orde Baru membuat rupiah kian ‘terkapar’.

Sampai akhirnya dolar AS menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp 16.650 pada Juni 1998. Dolar AS kemudian berbalik arah setelah reformasi, seiring dengan kepercayaan investor yang sedikit demi sedikit kembali.

Lalu apa penyebab dolar AS saat ini menekan kuat rupiah?

Rupiah juga sempat tertekan kuat pada akhir 2018 lalu. Saat itu dolar AS menguat signifikan hingga ke level Rp 15.300-an.

Menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede tidak hanya rupiah yang babak-belur dihajar dolar AS. Khususnya di Asia, seluruh mata uang ikut tersungkur melawan kurs Negara Paman Sam.

“Seluruh mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, termasuk SGD (dolar Singapura),” kata dia kepada detikcom, Kamis (19/3/2020).

Pelemahan rupiah dan seluruh mata uang negara berkembang melemah terhadap dolar AS menyusul kembali terkoreksinya pasar saham AS pada kemarin. Di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus corona (Covid-19), investor akan memilih untuk mengurangi modalnya di pasar keuangan negara berkembang sehingga menyebabkan pelemahan nilai tukar.

“Pasar keuangan regional cenderung terkoreksi karena investor global mengurangi modalnya dari pasar keuangan negara berkembang dan masuk ke safe haven asset termasuk dolar AS,” tambahnya.

(Sumber : Detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed