oleh

Kota Jilin China Lockdown, Muncukl Klaster Baru Corona

Nasional, FaktaBMR.com – Dilansir dari Detik.com, China bagian timur laut kembali menerapkan peraturan lockdown. Aturan lockdown kembali berlaku setelah muncul cluster penularan lokal baru yang dikhawatirkan menyebabkan muncul gelombang kedua virus Corona di Kota Jilin.

Setelah menemukan klaster baru, otoritas kota langsung bergerak cepat memeriksa warganya di Jilin. Bagi yang hasilnya negatif, otoritas kota mengizinkan mereka meninggalkan Jilin. Mereka juga diimbau melakukan ‘isolasi mandiri ketat’ hingga jangka waktunya tidak disebutkan.

Otoritas kota Jilin juga memerintahkan seluruh bioskop, gym indoor, warnet dan pusat hiburan lainnya tutup segera. Apotek-apotek setempat diwajibkan melaporkan seluruh penjualan obat demam dan obat antivirus.

Kota Jilin memiliki penduduk lebih dari 4 juta jiwa. Kota Jilin merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jilin. Imbas dari munculnya klaster baru ini, layanan bus dan kereta api di Jilin dihentikan sementara.

Pada Rabu (13/5) waktu setempat, kota Jilin melaporkan enam kasus baru virus Corona, yang semuanya terkait dengan cluster Shulan yang berawal dari seorang pegawai laundry setempat. Total kasus virus Corona yang terkait dengan cluster Shulan kini mencapai 21 kasus.

Cluster penularan baru ini muncul di kawasan pinggiran Shulan pada akhir pekan. Wakil Wali Kota Jilin memperingatkan bahwa situasinya ‘sangat parah dan rumit’ dan ‘ada risiko besar untuk penyebaran lebih lanjut’.

Otoritas wilayah Shulan telah menghentikan sementara transportasi umum, juga layanan kereta api yang meninggalkan wilayah itu sejak Minggu (10/5).

Seperti diketahui, China telah mengendalikan sebagian besar kasus virus Corona di wilayahnya. Namun, kini ada di ambang kemunculan gelombang kedua setelah lockdown dan pembatasan sosial di berbagai wilayah mulai dicabut.

Kota Wuhan, yang menjadi titik nol pandemi virus Corona, juga melaporkan kemunculan kasus baru dalam beberapa hari terakhir, setelah sebulan tanpa ada tambahan kasus. Situasi ini mendorong otoritas kota Wuhan untuk mengambil kebijakan tes Corona terhadap seluruh warga, yang totalnya mencapai 11 juta jiwa.

 

 

 

(Sumber : Detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed