oleh

Sanksi Kepada Tokopedia dan Bhinneka.com Kebocoran Akun Pengguna

Nasional, FaktaBMR.com – Dilansir dari Cnnidonesia.com, Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) berharap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate bisa memberikan sanksi kepada e-commerce Tokopedia dan Bhinneka yang mengalami kebocoran data pengguna.

Ketua Umum ACCI, Alex Budiyanto mengatakan pelanggaran data melanggar pasal 14 poin c, d, e, dan f di PP  No.71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaran Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE).

“Pasal tersebut jelas mengatur kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik untuk melaksanakan prinsip perlindungan Data Pribadi termasuk melindungi keamanan Data Pribadi dari kehilangan, penyalahgunaan, akses dan pengungkapan yang tidak sah,” ujar Alex kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/5).

Poin-poin tersebut mengharuskan Penyelenggara Sistem Elektronik menjamin hak pemilik data pribadi dan dapat mempertanggungjawabkan data pribadi pengguna.

Selain itu, Penyelenggara Sistem Elektronik harus mampu melindungi keamanan data pribadi dari kehilangan, penyalahgunaan, akses dan pengungkapan yang tidak sah, serta pengubahan atau perusakan data pribadi. Penyelenggara Sistem Elektronik juga harus memberitahukan pengguna apabila terjadi kegagalan perlindungan data pribadi.

Sanksi kebocoran data juga berada dalam pasal 100 di PP PSTE. Oleh karena itu, Alex berharap Johnny bisa menegakkan sanksi yang tertuang di dalam beleid tersebut.

Berdasarkan pasal tersebut, sanksi yang bisa diberikan berupa: teguran tertulis, denda administratif, penghentian sementara, pemutusan akses atau dikeluarkan dari daftar.

“Kami berharap Kemenkominfo sebagai regulator yang membuat regulasi PP 71/2019, yang saat ini telah berlaku efektif, menghormati dan melaksanakan aturan yang telah dibuatnya sehingga pelanggan dan warga negara bisa mendapatkan perlindungan data pribadi yang maksimal,” ujar Alex.

Alex juga berharap agar Johnny bisa melaksanakan amanah dari beleid tersebut. Dalam pasal 35beleid tersebut, Menkominfo diberi wewenang untuk melakukan pemantauan, pengendalian,  pemeriksaan, penelusuran, dan pengamanan sesuai.

Sebelumnya, data 91 juta akun dan 7 juta akun pedagang Tokopedia dicuri peretas dan dijual pada 3 Mei lalu. Sementara itu, 1,2 juta data pengguna Bhinneka juga dicuri dan dijual.

Kelompok peretas alias hacker ShinyHunters, yang juga disebut jadi biang kebocoran data pengguna Tokopedia, mengklaim telah meretas dan menjual puluhan juta data pengguna 10 perusahaan, termasuk e-commerce berbasis di Indonesia, Bhinneka.com.

 

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed