oleh

Wisata Budaya, Rumah Adat Komalig Resmi Dibangun

Kotamobagu, FaktaBMR.com – Rumah adat Komalig atau Rumah Raja yang merupakan simbol kearifan lokal dan budaya Bolaang Mongondow khususnya di Kotamobagu di revitalisasi kembali untuk menjaga kelestarian budaya, adat dan sejarah Bolaang Mongondow.

Pembangunan Komalig berasal dari bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, yang berlokasi di Desa Kopandakan Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Menurut pemerhati budaya dan adat Kotamobagu, Sumitro Tegela latar belakang dibangunnya Komalig ini berangkat dari kecintaan terhadap Daerah supaya generasi muda yang akan datang mengetahui budaya dan adat istiadat, termasuk sejarah Bolaang Mongondow.

“Kita pernah punya Komalig namun itu sudah lama, lewat bantuan Kementerian inilah dibangun Komalig atau Rumah Raja zaman dahulu. Meskipun ukurannya tidak sama seperti zaman dahulu yang cukup besar, namun modelnya kami berusaha menyamai,”Terang Sumitro, yang juga sebagai Ketua Desa Adat Kopandakan Satu.

Baca Juga22.102 Anak Kotamobagu Belum Urus KIA

Rumah adat Bolaang Mongondow dibagi dalam tiga jenis pertama Komalig (Rumah Raja), Baloi (Rumah Penduduk Jaman Dahulu) dan Laig (Gubuk atau Sabuah dalam bahasa Daerah). direncanakan kedepannya Komalig itu akan diisi data sejarah Bolaang Mongondow, serta benda benda kesenian khas Bolmong dan juga berfungsi sebagai tempat atau kantor lembaga adat.

“Setelah dirampungkan pengerjaannya, kita akan menyediakan data sejarah Bolaang Mongondow, dan alat alat kesenian, termasuk juga bila ada yang memiliki benda benda peninggalan zaman kerajaan bisa di simpan disitu, selain akan berfungsi sebagai kantor lembaga adat, Komalig juga akan dijadikan museum, agar generasi muda bisa belajar tentang Bolaang Mongondow masa lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Muh Agung Adati menyampaikan, pihaknya sejak awal mendukung upaya pemerhati budaya dan adat untuk menghadirkan rumah adat.

“Sejak awal kami membantu, termasuk memberikan rekomendasi ke Kementerian. Pada dasarkan Pemerintah mendukung upaya untuk melestarikan budaya dan adat Daerah. Kedepannya kita akan melihat apa yang perlu disupport Pemerintah, akan kita bantu,” ujar Agung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed